Rabu, 22 September 2010

Ahmadinejad dan Merkel Perang Retorika di PBB

REPUBLIKA.CO.ID,TEHERAN--Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad melancarkan lagi aksi retorika yang menyerang Barat. Kali ini ia memprediksi sudah terlihat tanda-tanda jatuhnya kapitalisme. Ia juga menyatakan bahwa pelaku bisnis global seharusnya bertanggungjawab atas penderitaan banyak orang di dunia.

Pidato ini diungkapkan dalam sidang tahunan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat (AS), Selasa 21 September 2010 waktu setempat. Berbeda dari pidato para pemimpin lain, Ahmadinejad tidak menyebut perkembangan program Program Millenium Development Goals (MDGs) di negaranya.


Ia justru memanfaatkan forum di PBB untuk menyerang kapitalisme dan tata pemerintahan global yang dinilainya tidak demokratis dan tidak adil. ''Sistem kapitalisme dan pendekatan hegemoni yang diskriminatif berada di ambang kekalahan,'' kata Ahmadinejad.

Sementara pada saat yang sama Kanselir Jerman Angela Merkel menyatakan bahwa ekonomi pasar memainkan peran kunci dalam mengangkat negara-negara terbelakang dari kemiskinan. Para pemimpin dari lebih 140 negara anggota PBB, termasuk Ahmadinejad dan Merkel, mendapat giliran berpidato selama sesi MDGs, yang berlangsung dari Senin hingga Rabu, 22 September 2010.

Merkel menyerukan para pemimpin, pemikir dan tokoh reformasi dunia untuk bekerja keras dalam membuat rencana-rencana untuk mewujudkan tatanan dunia baru yang diantaranya dilakukan melalui reformasi atas institusi-institusi ekonomi dan politik.

Kanselir Jerman itupun menanggapi pidato Ahmadinejad. Mewakili Barat yang notabene asal muasal kapitalisme sekaligus kekuatan ekonomi nomor di dunia. Dia menekankan bahwa tanggungjawab utama bagi pembangunan berada di pundak pemerintah negara-negara berkembang.

Menurut dia pemerintahan yang baik menjadi dasar ekonomi kapitalis yang tumbuh dengan subur merupakan kunci bagi kemakmuran ekonomi. ''Untuk itu negara-negara harus mendorong pembangunan ekonomi pasar, karena tanpa disertai pertumbuhan ekonomi yang mandiri, negara-negara berkembang akan sulit melangkah dari kemiskinan dan kelaparan,'' kata Merkel.

 

Blogger